Musim Kemarau Ancam Kabupaten Bandung, BPBD Petakan 27 Kecamatan Rawan Kekeringan
Kabupaten Bandung | Jejak Fakta7.com – Musim kemarau mulai memberikan dampak di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung memetakan sebanyak 27 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
BPBD Kabupaten Bandung menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, di antaranya pemantauan wilayah rawan, penyaluran bantuan air bersih apabila dibutuhkan, serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mempercepat penanganan jika terjadi krisis air.
Sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kecamatan Ciparay, Paseh, Pacet, Majalaya, Cicalengka, Nagreg, Pangalengan, Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Kertasari, dan beberapa kecamatan lainnya. Penurunan debit air di sejumlah sumber mata air dan saluran irigasi mulai dirasakan masyarakat, terutama para petani yang mengandalkan pasokan air untuk lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih maupun menemukan titik kebakaran.
Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama menjaga lingkungan. Langkah mitigasi sejak dini diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan terhadap kehidupan masyarakat dan menjaga produktivitas sektor pertanian.
Redaksi Jejak Fakta7.com
Bersama Fakta, Untuk Indonesia.