MENKES: 6.000 BAYI INDONESIA MENINGGAL SETIAP TAHUN AKIBAT PENYAKIT JANTUNG BAWAAN, PEMERINTAH PERLUAS LAYANAN OPERASI
JAKARTA | JejakFakta7 – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sekitar 6.000 bayi di Indonesia meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung bawaan karena belum memperoleh operasi yang dibutuhkan tepat waktu. Menurut Menkes, persoalan utamanya bukan karena penyakit tersebut tidak dapat ditangani, melainkan keterbatasan kapasitas layanan bedah jantung anak di Indonesia.
Menkes menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 4,8 juta kelahiran di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 48.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan. Sekitar 25 persen atau sekitar 12.000 bayi mengalami kelainan jantung bawaan kritis yang harus segera menjalani operasi agar dapat bertahan hidup.
Namun, kemampuan nasional saat ini baru mampu melakukan sekitar 6.000 operasi bedah jantung anak per tahun. Akibatnya, sekitar 6.000 bayi lainnya belum mendapatkan tindakan medis yang mereka perlukan sehingga berisiko meninggal dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes saat menghadiri kegiatan bakti sosial dan alih teknologi bedah jantung anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada 30 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan bedah jantung anak melalui kerja sama dengan tenaga medis internasional dan peningkatan kemampuan rumah sakit di berbagai daerah.
Menurut Menkes, sejak 2022 pemerintah telah memperluas jumlah rumah sakit yang mampu melakukan operasi jantung anak. Jika sebelumnya hanya 9 rumah sakit di 6 provinsi, kini telah meningkat menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Pemerintah menargetkan seluruh provinsi memiliki rumah sakit yang mampu menangani operasi jantung bawaan sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke daerah yang jauh.
Selain memperluas layanan operasi, Kementerian Kesehatan juga terus mendorong skrining kesehatan bayi baru lahir agar kelainan jantung bawaan dapat dideteksi sedini mungkin. Deteksi dini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan menekan angka kematian akibat penyakit jantung bawaan di Indonesia.
JejakFakta7 mengimbau para orang tua untuk rutin memeriksakan kesehatan bayi dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila bayi menunjukkan tanda-tanda seperti bibir membiru, napas cepat, sulit menyusu, berat badan sulit naik, atau mudah lelah. Deteksi dan penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan serta menyelamatkan nyawa anak.

