Beranda blog Halaman 18

Keluarga Ungkap Kejanggalan Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Dalami Penyebab Kematian

0
PURWAKARTA, JejakFakta7.com – Kasus meninggalnya seorang petugas satuan pengamanan (Satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi perhatian publik. Korban, Sumarna (40), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan masih terborgol di kawasan Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur, pada Jumat (24/7/2026).
Penemuan jasad korban memunculkan berbagai pertanyaan, terutama dari pihak keluarga yang menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas hingga penyebab pasti kematian korban terungkap.
Paman korban, Ocid, menyampaikan bahwa keluarga sangat terpukul atas kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi korban saat ditemukan menimbulkan banyak pertanyaan yang harus dijawab melalui proses penyelidikan yang menyeluruh.
“Kami ingin penyebab kematian korban benar-benar diungkap. Jangan sampai ada fakta yang terlewat,” ungkap pihak keluarga.
Untuk mendukung proses penyelidikan, keluarga telah memberikan persetujuan kepada pihak kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian sekaligus menjadi dasar dalam proses hukum apabila ditemukan adanya unsur pidana.
Sempat Menegur Dugaan Aksi Vandalisme
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat menjalankan tugas pengamanan di kawasan Waduk Jatiluhur. Dalam beberapa waktu sebelumnya, korban juga dikabarkan pernah menegur sekelompok orang yang diduga melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut.
Penyidik kini masih mendalami apakah terdapat hubungan antara aktivitas korban tersebut dengan peristiwa yang berujung pada kematiannya. Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan adanya keterkaitan dan seluruh kemungkinan masih terus didalami.
Polisi Periksa 12 Saksi
Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, autopsi, visum, serta pengamanan barang bukti.
Sedikitnya 12 orang saksi telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap kronologi kejadian. Polisi juga mengamankan beberapa barang milik korban, termasuk sepeda motor dan handy talky (HT), serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses masih berlangsung dan belum ada kesimpulan mengenai penyebab pasti kematian maupun pihak yang bertanggung jawab.
Masyarakat Diminta Menunggu Hasil Penyelidikan
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja secara profesional hingga seluruh fakta dapat diungkap.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena kondisi korban saat ditemukan dinilai tidak lazim. Hasil autopsi, pemeriksaan saksi, serta analisis barang bukti diharapkan dapat mengungkap secara terang penyebab kematian Sumarna.
JejakFakta7.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan menyajikan informasi terbaru berdasarkan fakta serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
(Redaksi JejakFakta7.com)

Barros Pecah Kebuntuan, Persib Unggul 1-0 atas Arema FC di Babak Pertama

0
Barros Pecah Kebuntuan, Persib Unggul 1-0 atas Arema FC di Babak Pertama
Kabupaten Bandung, JejakFakta7.com – Persib Bandung menutup babak pertama dengan keunggulan sementara 1-0 atas Arema FC pada laga Grup A Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (25/7/2026) malam.
Gol semata wayang Maung Bandung dicetak oleh Uilliam Barros pada menit ke-24 setelah memanfaatkan umpan matang dari Berguinho. Penyelesaian akhir Barros sukses menaklukkan penjaga gawang Arema FC dan disambut gegap gempita ribuan Bobotoh yang memadati stadion.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan melalui Balsa Sekulic, Ikhwan Tanamal, dan Luciano Guaycochea, sementara Arema FC mengandalkan serangan balik yang beberapa kali mampu dipatahkan lini pertahanan Persib.
Setelah unggul, Persib tetap menjaga intensitas permainan. Barros kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-36, namun tendangannya masih mampu diamankan kiper Arema FC. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Persib Bandung.

Redaksi : JejakFakta7.com

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Puluhan Rumah Hangus Dilalap Api

0
Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Puluhan Rumah Hangus Dilalap Api
SUKABUMI | JejakFakta7.com – Musibah kebakaran hebat melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7/2026). Kobaran api yang dengan cepat membesar menghanguskan puluhan rumah warga dan sejumlah bangunan adat.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, sekitar 70 unit rumah terdampak kebakaran. Peristiwa tersebut mengakibatkan 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka.
Kebakaran diduga bermula dari salah satu bangunan di sekitar fasilitas MCK umum sebelum api dengan cepat merambat ke rumah-rumah adat yang mayoritas berbahan kayu dan beratap ijuk. Kondisi angin yang cukup kencang serta jarak antarbangunan yang berdekatan membuat api sulit dikendalikan. Dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit dan berada di kawasan perbukitan.
Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan terhadap kerusakan, kebutuhan warga terdampak, serta menyalurkan bantuan darurat bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
JejakFakta7.com akan terus memantau perkembangan penanganan musibah ini serta menyajikan informasi terbaru berdasarkan data resmi dari instansi terkait.

Nyaneut Festival 2026 Siap Digelar di Garut, Angkat Tradisi Minum Teh Khas Sunda ke Panggung Nasional

Nyaneut Festival 2026 Siap Digelar di Garut, Angkat Tradisi Minum Teh Khas Sunda ke Panggung Nasional
GARUT, JejakFakta7.com – Kabupaten Garut kembali bersiap menjadi pusat perhatian pecinta wisata budaya. Nyaneut Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026 di Lapangan Situgede, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.
Festival yang mengangkat tradisi minum teh khas masyarakat Sunda ini resmi menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menampilkan berbagai event budaya terbaik dari seluruh Indonesia. Pengakuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Garut ke tingkat nasional maupun internasional.
Nyaneut bukan sekadar menikmati secangkir teh hangat. Tradisi yang lahir dari kehidupan masyarakat di kawasan perkebunan teh lereng Gunung Cikuray ini mengandung filosofi kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur. Dalam pelaksanaannya, pengunjung akan diajak menikmati teh khas Cigedug bersama sajian kuliner tradisional, disertai berbagai pertunjukan seni dan budaya Sunda.
Selain prosesi Nyaneut, festival akan dimeriahkan dengan pasar budaya, pertunjukan pencak silat, tari tradisional, musik etnik, hingga penampilan seni khas Garut. Kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan kepada wisatawan.
Pemerintah dan panitia berharap Nyaneut Festival 2026 mampu menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Garut, sekaligus memperkuat identitas budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.
JejakFakta7.com akan terus mengikuti perkembangan pelaksanaan Nyaneut Festival 2026 dan menghadirkan informasi terbaru seputar agenda, kemeriahan acara, serta dampaknya terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Garut.
Editor: redaksi jejakfakta7.com

Dispora Kabupaten Bandung Matangkan Persiapan Piala Presiden 2026, Si Jalak Harupat Siap Jadi Tuan Rumah

0
Jejakfakta7.com | Kabupaten Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026. Stadion Si Jalak Harupat yang menjadi salah satu venue utama dipastikan siap menyambut ribuan penonton dan peserta turnamen.
Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari kesiapan lapangan, tribun penonton, ruang ganti pemain, fasilitas pendukung, hingga pengamanan di dalam maupun di luar stadion. Dispora Kabupaten Bandung bersama panitia pelaksana, aparat keamanan, dan instansi terkait terus melakukan koordinasi agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kesiapan Stadion Si Jalak Harupat menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen pramusim bergengsi tersebut. Selain menjadi ajang kompetisi sepak bola nasional, Piala Presiden 2026 juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung melalui peningkatan aktivitas sektor UMKM, perdagangan, transportasi, dan jasa.
Pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat diperkirakan akan dipadati ribuan Bobotoh yang siap memberikan dukungan penuh kepada Persib Bandung. Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.
Pemerintah Kabupaten Bandung mengimbau seluruh penonton untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama berlangsungnya pertandingan, sehingga pelaksanaan Piala Presiden 2026 dapat berjalan sukses dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung.
JejakFakta7.com akan terus menghadirkan informasi terbaru seputar jalannya Piala Presiden 2026, termasuk perkembangan pertandingan, kesiapan penyelenggaraan, dan berbagai informasi olahraga lainnya di Kabupaten Bandung.

Editor: Redaksi jejakfakta7.com

Persib Bidik Kemenangan Perdana di Piala Presiden 2026, Bobotoh Siap Penuhi Si Jalak Harupat

0
Kabupaten Bandung – Atmosfer sepak bola di Jawa Barat kembali bergelora. Ribuan Bobotoh diperkirakan akan memadati Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, untuk memberikan dukungan langsung kepada Persib Bandung yang akan menghadapi Arema FC pada laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026) malam.
Laga ini menjadi momentum penting bagi Maung Bandung untuk mengawali turnamen pramusim dengan hasil positif sekaligus mengukur kesiapan tim menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Dukungan penuh Bobotoh diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain Persib untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menyatakan timnya telah melakukan persiapan secara optimal meski tidak dapat diperkuat beberapa pemain. Ia tetap optimistis skuad yang tersedia mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang diharapkan.
Di sisi lain, Arema FC juga datang dengan kesiapan penuh sehingga pertandingan diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim dipastikan akan tampil ngotot demi mengamankan tiga poin pertama di fase grup dan membuka peluang lolos ke babak berikutnya.
Sebagai juara Liga Indonesia, Persib tentu mengusung target tinggi pada ajang Piala Presiden 2026. Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan yang diharapkan mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan kebanggaan bagi Bobotoh.
JejakFakta7.com akan terus menghadirkan perkembangan terbaru, jalannya pertandingan, hingga hasil akhir laga Persib Bandung di Piala Presiden 2026.
Editor : Redaksi jekakfakta7.com

BILA RINDU ADALAH SIKSAAN MAKA BIARKAN AKU DI SIKSA

0
BILA RINDU ADALAH SIKSAAN MAKA BIARKAN AKU DI SIKSA
(tetap sehat dan slalu bahagia)
Kasih….saat cinta turun,kau tidak mengetuk pintu, kau membelah hatiku seperti petir lalu tinggal, menjadi penghuni tetap di setiap jantungku
Rindu datang setelahnya, bukan rindu biasa,ini rindu yg dibacakan mantra oleh bulan,setiap malam aku merapal namamu sampai bintang2 hafal dan ikut sesak mendengarnya
Aku adalah kemenyan hitam yg tidak pernah padam, asapnya naik ke langit, berubah jadi hujan dan hujan itu jatuh lagi ke pipimu sebagai air mataku sendiri, lingkarannya tidak pernah putus
Merana seperti kuil tua yg ditinggal sang dewinya, tiangnya masih berdiri, ukirannya masih indah, tapi di dalamnya hanya ada lonceng dan debu dari doa2 yg tidak terjawab
Linangan air mata ini bukan air mata biasa ini adalah sungai dari langit ke tujuh yg tumpah karena tidak kuat menahan beratnya menyebut namamu dalam diam
Kasih…
jika cinta adalah kutukan,maka biarlah aku terkutuk, jika rindu adalah siksaan, maka biarlah aku disiksa,jika merana adalah taqdirmu untukku,maka ajariku cara merana dgn anggun,seperti langit yg tetap biru meskipun di dalamnya menyimpan badai
Karena aku sudah mencoba melupakan, tapi bahasaku tidak punya kata “lupa” yg ada hanya:
“terus lagi”, sampai akhir zaman……..!
By@ngling dharma 5088as
Redaksi : Team creative

Puluhan Wartawan Gelar Aksi Solidaritas, Desak Polri Usut Dugaan Kasus Hotman Paris Secara Profesional

0
jejakfakta7.com | Bandung – Puluhan wartawan yang mengatasnamakan Jurnalis Jawa Barat menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar menangani dugaan kasus yang menyeret nama pengacara Hotman Paris Hutapea secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Para peserta aksi membentangkan spanduk bertuliskan “Jurnalis Jawa Barat Meminta Polri Untuk Mengusut Pengacara Hotman Paris Secara Profesional” serta membawa sejumlah poster berisi berbagai tuntutan. Mereka juga menyampaikan orasi yang menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil tanpa membedakan latar belakang maupun status seseorang.
Koordinator aksi menyatakan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, pihaknya berharap setiap laporan yang telah diterima aparat penegak hukum diproses secara objektif, profesional, dan transparan.
“Kami meminta Polri bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Semua harus diperlakukan sama di hadapan hukum,” ujar salah seorang peserta aksi.
Aksi berlangsung secara damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Hingga kegiatan berakhir, situasi tetap kondusif.
Para wartawan berharap Polri segera menuntaskan proses penanganan laporan yang berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta prinsip keadilan bagi semua pihak.
(Redaksi JejakFakta7.com)

SMPN 2 Ibun Terima 298 Siswa Baru, Total Peserta Didik Capai 814 Orang pada Tahun Ajaran 2026/2027

0
Kabupaten Bandung, JejakFakta7.com – SMP Negeri (SMPN) 2 Ibun, Kabupaten Bandung, mencatat jumlah peserta didik sebanyak 814 siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 298 siswa merupakan peserta didik baru yang diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh Humas SMPN 2 Ibun, Lilis Nur Laila, saat menerima kunjungan tim JejakFakta7.com pada Jumat (24/7/2026). Ia menjelaskan bahwa proses penerimaan peserta didik baru berjalan dengan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, tahun ajaran 2026/2027 SMPN 2 Ibun menerima sebanyak 298 peserta didik baru. Dengan demikian, total siswa yang saat ini menempuh pendidikan di SMPN 2 Ibun berjumlah 814 orang,” ujar Lilis Nur Laila (humas)
Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tahun ajaran baru, mulai dari penataan ruang kelas, kesiapan tenaga pendidik dan kependidikan, hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Seluruh persiapan dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan tertib, aman, dan nyaman.
Selain memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, SMPN 2 Ibun juga terus mendorong peningkatan prestasi peserta didik melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.
Dengan jumlah peserta didik yang terus meningkat, SMPN 2 Ibun berharap dukungan dari seluruh pihak, baik orang tua, masyarakat, maupun pemerintah, agar mutu pendidikan dapat terus berkembang. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menghasilkan lulusan yang berprestasi serta berkarakter.
Kunjungan JejakFakta7.com ke SMPN 2 Ibun juga menjadi bagian dari upaya menyampaikan informasi yang akurat mengenai perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung, khususnya terkait pelaksanaan Tahun Ajaran 2026/2027.
Reporter: JejakFakta7.com
Editor: Redaksi JejakFakta7.com
Tanggal: Jumat, 24 Juli 2026

Ratusan Warga Sampaikan Aspirasi, Tolak Pemanfaatan Kawasan Gawir sebagai TPS Sampah

jejakfakta7.com | Kabupaten Bandung – Ratusan warga RW 08 Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, menggelar audiensi di Masjid Nurhidayah, Kamis (23/7/2026), untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana pemanfaatan kawasan Gawir sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah.
Audiensi yang dihadiri pemerintah desa, Kecamatan Bojongsoang, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga berlangsung tertib.
Dalam forum tersebut, warga meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut karena dikhawatirkan menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, gangguan kesehatan, serta menurunkan kenyamanan permukiman. Mereka juga meminta setiap kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan melibatkan masyarakat melalui musyawarah.
Kepala Desa Cipagalo, H. Asep Sobari, menyatakan pemerintah desa menghormati aspirasi warga. Menurutnya, apabila mayoritas masyarakat menolak, maka rencana pemanfaatan kawasan Gawir sebagai TPS sebaiknya dihentikan sambil mencari alternatif yang lebih tepat melalui musyawarah.
Senada dengan itu, Camat Bojongsoang menegaskan pemerintah menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Ia menyebut pembahasan lokasi tersebut dapat dihentikan apabila warga tetap menolak, namun seluruh pihak tetap perlu bersama-sama mencari solusi terbaik untuk penanganan sampah di wilayah Bojongsoang.

Redaksi jejakfakta7.com