Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil oleh Pria yang Mengaku Anggota TNI, Korban Pertanyakan Lambatnya Penanganan Polisi

Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil oleh Pria yang Mengaku Anggota TNI, Korban Pertanyakan Lambatnya Penanganan Polisi.

CIANJUR – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi jual beli mobil bekas yang dialami seorang warga bernama Kosasih kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Cianjur. 8/10/2026
Kosasih mengaku telah membuat laporan pengaduan pada 11 Agustus 2026. Selanjutnya, surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan atau SP2HP tertanggal 24 Agustus 2026 telah diterbitkan. Namun, korban mengaku kecewa karena hingga kini belum melihat adanya perkembangan signifikan maupun tindakan yang menurutnya diharapkan terhadap pihak yang dilaporkan.
Berawal dari Transaksi Mobil Bekas
Menurut keterangan Kosasih, perkara tersebut bermula ketika seorang pria yang dikenal dengan nama Aldo, yang disebut memiliki nama asli Wihendra, menawarkan kendaraan kepadanya.
Kosasih mengaku bahwa pria tersebut sebelumnya memperkenalkan diri sebagai anggota Intel TNI dari Cimahi. Karena telah mengenalnya selama kurang lebih 10 tahun, Kosasih mengaku sempat menaruh kepercayaan terhadap yang bersangkutan.
Awalnya, korban ditawari sebuah Toyota Avanza Veloz yang menurut keterangannya hanya dilengkapi STNK tanpa BPKB. Tawaran tersebut kemudian ditolak Kosasih karena mempertimbangkan aspek keamanan dan kelengkapan dokumen kendaraan.
Selanjutnya, pria tersebut menawarkan Nissan Grand Livina X-Gear Matic dengan harga Rp60 juta. Setelah terjadi kesepakatan, Kosasih melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening atas nama Noor Faridah.
Menurut Kosasih, uang yang telah ditransfer hingga saat ini mencapai sekitar Rp29 juta, dari total nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp60 juta.
Mobil Dibawa Kembali, Pelaku Disebut Menghilang
Setelah pembayaran dilakukan, Kosasih menuturkan bahwa mobil tersebut kemudian dibawa kembali oleh pria yang menawarkan kendaraan dengan alasan hendak mengantarkan pemilik atau istrinya pulang.
Namun, setelah itu kendaraan tersebut disebut tidak kembali kepada Kosasih. Pihak yang menawarkan kendaraan juga disebut sulit dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui oleh korban.
Dalam penelusuran yang dilakukan secara mandiri, Kosasih mengaku memperoleh informasi bahwa rekening atas nama Noor Faridah diduga merupakan milik istri dari Wihendra alias Aldo.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian sebagai bagian dari petunjuk yang menurut korban dapat membantu proses penyelidikan.
Korban Telusuri Keberadaan Keluarga
Kosasih mengaku tidak berhenti mencari informasi mengenai keberadaan pihak yang dilaporkannya. Dari penelusuran tersebut, ia mengaku telah bertemu dengan sejumlah anggota keluarga dari pihak Wihendra maupun Noor Faridah.
Korban juga memperoleh informasi mengenai keberadaan anak mereka yang berinisial F.A., yang disebut sedang menempuh pendidikan di salah satu SMK di lingkungan Pusdikhub Kodiklatad, Kota Cimahi.
Saat mendatangi pihak sekolah, Kosasih mengaku mendapat informasi bahwa F.A. sedang menjalani kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Pihak sekolah, menurut keterangan Kosasih, juga memberikan informasi mengenai alamat yang disebut berkaitan dengan keluarga tersebut.
Kosasih kemudian mendatangi alamat yang diberikan, yakni di kawasan Jalan Ibu Sangki, RT 001/RW 014, Gang Unjani Nomor 179, Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi. Namun, menurut pengakuannya, rumah tersebut dalam keadaan kosong ketika didatangi.
Korban Pertanyakan Perkembangan Laporan
Kosasih mempertanyakan langkah penyidik setelah berbagai informasi mengenai keberadaan pihak yang dilaporkan telah disampaikannya kepada kepolisian.
«“Sampai saat ini laporan saya dari pihak kepolisian belum ada hasil, padahal semua informasi keberadaan suami istri itu dan anaknya sudah ketemu sama saya,” ujar Kosasih.»
Ia juga berharap informasi mengenai keberadaan anak yang disebut sedang menjalani PKL dapat ditindaklanjuti oleh penyidik sesuai prosedur hukum.
«“Kenapa dari pihak Kepolisian Cianjur belum ada tindakan apapun atau mendatangi anaknya? Padahal kunci keberadaan mereka berdua cuma ada di anaknya yang sekolah di Pusdikhub Cimahi,” tegasnya.»
Korban Berharap Polisi Segera Menindaklanjuti
Kosasih berharap Satreskrim Polres Cianjur dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut berdasarkan bukti dan informasi yang telah disampaikan.
Ia juga berharap proses penyelidikan dapat memberikan kejelasan mengenai keberadaan kendaraan, aliran dana transaksi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Kosasih menegaskan bahwa dirinya menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum dan berharap laporan yang telah dibuat dapat ditangani secara profesional dan transparan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Satreskrim Polres Cianjur mengenai perkembangan terbaru penanganan laporan tersebut. Redaksi terbuka untuk memuat klarifikasi maupun penjelasan resmi dari pihak kepolisian dan pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

Pewarta: team liputan 
Editor: Redaksi
Copyright © jejakfakta7.com 2026
Bersama Fakta Untuk Indonesia

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles