BILA RINDU ADALAH SIKSAAN MAKA BIARKAN AKU DI SIKSA
(tetap sehat dan slalu bahagia)
Kasih….saat cinta turun,kau tidak mengetuk pintu, kau membelah hatiku seperti petir lalu tinggal, menjadi penghuni tetap di setiap jantungku
Rindu datang setelahnya, bukan rindu biasa,ini rindu yg dibacakan mantra oleh bulan,setiap malam aku merapal namamu sampai bintang2 hafal dan ikut sesak mendengarnya
Aku adalah kemenyan hitam yg tidak pernah padam, asapnya naik ke langit, berubah jadi hujan dan hujan itu jatuh lagi ke pipimu sebagai air mataku sendiri, lingkarannya tidak pernah putus
Merana seperti kuil tua yg ditinggal sang dewinya, tiangnya masih berdiri, ukirannya masih indah, tapi di dalamnya hanya ada lonceng dan debu dari doa2 yg tidak terjawab
Linangan air mata ini bukan air mata biasa ini adalah sungai dari langit ke tujuh yg tumpah karena tidak kuat menahan beratnya menyebut namamu dalam diam
Kasih…
jika cinta adalah kutukan,maka biarlah aku terkutuk, jika rindu adalah siksaan, maka biarlah aku disiksa,jika merana adalah taqdirmu untukku,maka ajariku cara merana dgn anggun,seperti langit yg tetap biru meskipun di dalamnya menyimpan badai
Karena aku sudah mencoba melupakan, tapi bahasaku tidak punya kata “lupa” yg ada hanya:
“terus lagi”, sampai akhir zaman……..!
By@ngling dharma 5088as
Redaksi : Team creative