HANDI MENINGGAL SETELAH DIDUGA DISEKAP DAN DIANIAYA DI SUMEDANG, POLISI MASIH SELIDIKI KASUS
SUMEDANG — Seorang pria asal Bandung bernama Handi meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di kawasan Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Senin 10/8/2026.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Handi ditemukan dalam kondisi luka-luka dan kemudian dievakuasi oleh polisi bersama warga menggunakan kendaraan patroli menuju RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.
Setelah mendapatkan penanganan medis, Handi dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Kabar tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keluarga.
Keluarga mengaku melihat sejumlah luka pada tubuh korban. Bagian wajah disebut mengalami pembengkakan, sementara terdapat darah pada bagian gigi dan mulut serta luka pada kedua kaki.
Informasi yang diterima keluarga menyebut Handi diduga mengalami penyekapan sebelum ditemukan dalam kondisi tersebut. Tangan dan kakinya disebut dalam keadaan terikat. Namun, detail mengenai bagaimana peristiwa tersebut terjadi masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
Sebelum kejadian, keluarga menyebut Handi sedang menjalani pengobatan tradisional di wilayah Sumedang. Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa pengobatan tradisional tersebut menjadi penyebab kematian Handi.
Setelah meninggal dunia, jenazah Handi menjalani autopsi di RS Sartika Asih Bandung. Korban kemudian dimakamkan di TPU Cipadung, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara.
Sementara itu, lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut telah dipasangi garis polisi. Kasus kini ditangani Satreskrim Polres Sumedang. Hingga laporan terbaru, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum menyampaikan secara resmi identitas maupun jumlah terduga pelaku.
JejakFakta7 — Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi berdasarkan keterangan resmi dari kepolisian serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Catatan: Informasi mengenai penyebab kematian dan dugaan keterkaitan pengobatan tradisional masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi aparat penegak hukum.

