Beranda blog Halaman 6

Camat Ibun Pipin Zaenal Arifin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

0

Bandung — Camat Ibun, Pipin Zaenal Arifin, S.Ip., M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Kantor Kecamatan Ibun, Kab.Bandung Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pemerintah Kecamatan Ibun serta masyarakat. Peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Ibun Pipin Zaenal Arifin menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan melalui kerja nyata, kebersamaan, serta pengabdian kepada masyarakat dan daerah.

“Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, mari kita jadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya dan memberikan pengabdian terbaik. Mari kita jaga persatuan, tingkatkan kebersamaan, serta bersama-sama membangun Kecamatan Ibun agar semakin maju dan sejahtera.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Kecamatan Ibun untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif serta berkontribusi sesuai peran masing-masing demi kemajuan bangsa dan daerah.

Momentum peringatan HUT ke-81 RI tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa nasionalisme, persatuan dan gotong royong seluruh masyarakat Kecamatan Ibun dalam melanjutkan pembangunan serta menjaga semangat kemerdekaan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Bersatu, Berkarya, dan Mengabdi untuk Indonesia.

Red: jejakfakta7

Target 19 Juta Lapangan Kerja, “Mana Euy?”: Menelisik Realisasi Lapangan Kerja di Purwakarta

0

Target 19 Juta Lapangan Kerja, “Mana Euy?”: Menelisik Realisasi Lapangan Kerja di Purwakarta

PURWAKARTA — Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja kembali menjadi sorotan publik. Di tengah masyarakat, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana target tersebut telah direalisasikan, termasuk dampaknya bagi masyarakat di daerah seperti kecamatan wayanasa  Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Narasi “19 juta lapangan kerja, mana euy?” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Pertanyaan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang ingin melihat secara langsung keberadaan lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Target 19 juta lapangan kerja merupakan salah satu janji yang pernah disampaikan dalam agenda politik nasional. Namun, angka tersebut merupakan target nasional, sehingga tidak tepat apabila seluruhnya dibebankan kepada satu kabupaten atau daerah tertentu.

Di Purwakarta sendiri, aktivitas industri dan investasi terus menjadi salah satu sektor yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja. Sejumlah investasi dan pengembangan kawasan industri berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Meski demikian, masyarakat tentu membutuhkan data yang jelas dan terukur mengenai jumlah lapangan kerja yang benar-benar telah tercipta, berapa tenaga kerja lokal yang terserap, serta sektor apa saja yang menjadi penyumbang terbesar.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan investasi dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Purwakarta. Transparansi tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah pertumbuhan investasi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan warga.

Pertanyaan “19 juta lapangan kerja mana euy?” pada akhirnya bukan sekadar kritik, tetapi menjadi momentum untuk meminta data, transparansi, dan bukti nyata mengenai penciptaan lapangan kerja.

Masyarakat berharap program penciptaan lapangan kerja tidak berhenti sebagai angka atau janji politik, tetapi benar-benar dirasakan melalui kesempatan kerja yang layak, upah yang memadai, serta prioritas bagi tenaga kerja lokal.

JejakFakta7.com — Bersama Fakta untuk Indonesia.

Parade Satwa Rimba Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Taman Safari Bogor

0

Parade Satwa Rimba Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Taman Safari Bogor

BOGOR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Barat berlangsung meriah. Salah satu kegiatan menarik digelar Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, melalui Parade Satwa Rimba Nusantara, Senin (17/8/2026).

Parade tersebut menghadirkan berbagai satwa yang selama ini menjadi bagian dari program konservasi TSI. Sejumlah satwa yang ikut dalam kegiatan di antaranya gajah, orangutan, elang jawa, berbagai jenis unggas, ular, anjing pudel, unta, kuda, kerbau bule dan satwa lainnya.

Dalam parade tersebut, satwa didampingi oleh keeper atau perawat satwa. Rombongan bergerak dari kawasan parkir A menuju parkir D di area Cowboy Show.

Tidak hanya menampilkan satwa, kegiatan juga dimeriahkan marching band dari IPB University, kendaraan hias serta penampilan para penari sehingga menciptakan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah.

Salah satu pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, menyampaikan bahwa Parade Satwa Rimba Nusantara rutin digelar setiap tahun dengan tema yang berbeda. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi satwa.

Edukasi Konservasi

Parade tersebut tidak hanya mengedepankan hiburan. Pengunjung juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai satwa dan upaya pelestarian lingkungan.

Program edukasi mencakup pengenalan burung pemangsa, keanekaragaman fauna Indonesia, gajah, harimau Sumatera hingga satwa lainnya. Konsep tersebut memadukan hiburan dengan pembelajaran konservasi bagi pengunjung dan keluarga.

Di momentum HUT ke-81 RI ini, TSI juga mencatat kabar positif dari program konservasi elang jawa (Nisaetus bartelsi). Pasangan Hanum dan Riska berhasil menghasilkan anakan kesembilan yang menetas pada 16 Juni 2026. Untuk pertama kalinya, anakan tersebut dapat diasuh sepenuhnya oleh kedua induknya melalui proses alami dengan intervensi keeper yang minimal.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kabar menggembirakan dalam upaya pelestarian satwa endemik Indonesia di tengah momentum peringatan kemerdekaan.

JejakFakta7.com — Bersama Fakta, Untuk Indonesia.

Kirab Merah Putih HUT ke-81 RI di Bandung, Sejumlah Jalan Direkayasa

0

Kirab Merah Putih HUT ke-81 RI di Bandung, Sejumlah Jalan Direkayasa

BANDUNG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung meriah di Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Salah satu rangkaian utama kegiatan tersebut adalah Kirab Merah Putih yang membawa duplikat Bendera Merah Putih dari Bale Pakuan menuju halaman Gedung Sate. Kirab menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer dan menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tingkat Jawa Barat.

Kirab dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dari Bale Pakuan di Jalan Otto Iskandardinata. Rombongan kemudian bergerak melalui sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Kebon Jukut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Wastukencana, Jalan L.L.R.E. Martadinata, hingga Jalan Ir. H. Juanda sebelum tiba di Gedung Sate.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan kirab dilakukan penutupan sementara dan rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan pusat Kota Bandung diminta memperhatikan kondisi lalu lintas dan memilih jalur alternatif.

Setelah kirab tiba di halaman Gedung Sate, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekitar pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 WIB digelar parade defile yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Satpol PP dan petugas penyapu jalan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian yang turut menarik perhatian masyarakat.

Pada sore hari, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan upacara penurunan Bendera Merah Putih. Setelah itu, duplikat Bendera Merah Putih akan dikirab kembali menuju Bale Pakuan melalui rute berbeda, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Sulanjana, Jalan Sawunggaling, Jalan Tamansari, Jalan Wastukencana, Jalan Padjadjaran, Jalan Cicendo hingga kawasan Kebonsirih.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat Kota Bandung diimbau tetap memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas, khususnya bagi warga yang beraktivitas di kawasan pusat kota.

JejakFakta7.com — Bersama Fakta, Untuk Indonesia.

Kursi VIP HUT RI ke-81 Jabar Diisi Petani, Ojol hingga Petugas Kebersihan

0

Kursi VIP HUT RI ke-81 Jabar Diisi Petani, Ojol hingga Petugas Kebersihan

BANDUNG — Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Jika biasanya area VIP didominasi pejabat dan tamu pemerintahan, kali ini kursi kehormatan justru diberikan kepada masyarakat yang sehari-hari bekerja dan berkontribusi langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Petani, nelayan, pengemudi ojek online (ojol), pekerja bangunan hingga petugas kebersihan mendapat tempat khusus di area VIP pada upacara yang berlangsung di kawasan Pesanggrahan Panca Rasa, Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penempatan masyarakat pekerja di area VIP merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi mereka terhadap pembangunan Jawa Barat.

Menurut Dedi, pembangunan tidak hanya dihasilkan oleh pemerintah dan pejabat, tetapi juga melalui kerja keras masyarakat dari berbagai lapisan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan jalan dan lingkungan di Jawa Barat. Ia menyebut jumlah tenaga kebersihan yang direkrut hampir mencapai 3.000 orang.

Pemandangan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tingkat Jawa Barat. Para pejabat pemerintah serta unsur TNI-Polri tetap hadir dalam kegiatan, namun posisi kehormatan di area VIP diberikan kepada masyarakat pekerja.

Selain sebagai bentuk penghargaan, momentum tersebut juga menjadi refleksi mengenai makna kemerdekaan. Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang harus diselesaikan agar kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat Jawa Barat.

JejakFakta7.com — Bersama fakta untuk Indonesia.

 

Kapolsek Cicalengka Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Saat Karnaval HUT RI ke-81

0

Kapolsek Cicalengka Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Saat Karnaval HUT RI ke-81

CICALENGKA, KABUPATEN BANDUNG — Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (17/8/2026), diwarnai insiden keributan saat kegiatan karnaval berlangsung.

Kapolsek Cicalengka, Kompol Ade Rahmat, S.Pd., M.H., dilaporkan mengalami luka pada bagian hidung hingga mengeluarkan darah setelah diduga terkena pukulan ketika berupaya melerai keributan di tengah pelaksanaan karnaval.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan, kejadian bermula ketika salah satu peserta karnaval dari Desa Tenjolaya melewati podium penilaian dengan kondisi yang dinilai tidak tertib. Petugas Binmas dan Satpol PP kemudian berupaya mengarahkan peserta agar kembali tertib.

Situasi kemudian memanas. Saat Kapolsek Cicalengka turun tangan untuk membantu meredakan keributan, terjadi aksi penyerangan yang mengakibatkan Kapolsek mengalami luka pada bagian hidung.

Danramil Cicalengka, Kapten Inf Ade Sumarna Chaerul, disebut turut membenarkan adanya insiden keributan tersebut. Menurut informasi yang diberitakan, sejumlah pihak kemudian turun tangan untuk mengendalikan situasi dan mengamankan orang yang diduga terlibat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang lengkap mengenai identitas maupun jumlah orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Karena itu, informasi mengenai pelaku masih perlu menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah rangkaian pesta rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sebelumnya, masyarakat Cicalengka memang antusias mengikuti rangkaian karnaval yang melibatkan peserta dari sejumlah desa.

JejakFakta7.com — Bersama Fakta untuk Indonesia.

HUT KE-81 RI, BUPATI BANDUNG BARAT SOROTI JALAN RUSAK, RTLH HINGGA KEBUTUHAN RUANG KELAS

0

BANDUNG BARAT — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk kembali menyoroti sejumlah pekerjaan rumah pembangunan yang masih harus diselesaikan.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyinggung sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya kondisi infrastruktur jalan, rumah tidak layak huni (RTLH), serta kebutuhan ruang kelas untuk menunjang sektor pendidikan.

Persoalan infrastruktur menjadi salah satu perhatian karena kondisi jalan yang baik memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, mobilitas ekonomi, serta akses menuju fasilitas pelayanan publik.

Selain jalan, kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak juga menjadi perhatian. Program penanganan rumah tidak layak huni menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mengurangi persoalan permukiman.

Di sektor pendidikan, kebutuhan ruang kelas juga menjadi pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian. Ketersediaan sarana pendidikan yang memadai dinilai penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama DPRD telah menyepakati Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Bupati Jeje menyampaikan bahwa anggaran daerah diarahkan untuk program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, termasuk perbaikan jalan, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Melalui momentum HUT ke-81 RI, berbagai persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan rumah tersebut dengan dukungan DPRD dan masyarakat, sehingga pembangunan Kabupaten Bandung Barat dapat berjalan lebih merata dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

JejakFakta7 — Bersama Fakta, Untuk Indonesia.

PERINGATAN HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI MERIAH, UPACARA DAN KIRAB DIGELAR DI BERBAGAI DAERAH

0

PERINGATAN HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI MERIAH, UPACARA DAN KIRAB DIGELAR DI BERBAGAI DAERAH

JAKARTA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di berbagai daerah pada Senin (17/8/2026). Beragam kegiatan digelar masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperingati momentum kemerdekaan.

Rangkaian peringatan tidak hanya diisi dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, tetapi juga kirab, karnaval, perlombaan, hingga berbagai kegiatan kebersamaan yang melibatkan masyarakat.

Di Jawa Barat, upacara tingkat provinsi dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di halaman Gedung Sate, Kota Bandung. Pelaksanaan tahun ini menjadi perhatian karena upacara HUT RI tingkat Provinsi Jawa Barat digelar di halaman Gedung Sate.

Sementara itu, sejumlah daerah di Jawa Barat juga menggelar upacara dan kegiatan kemerdekaan masing-masing. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga, pelajar, aparatur pemerintahan, TNI-Polri, komunitas serta berbagai elemen masyarakat.

Momentum HUT ke-81 RI tahun ini menjadi kesempatan untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Peringatan kemerdekaan juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan diharapkan dapat diwujudkan melalui pembangunan, pelayanan publik yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di berbagai wilayah, kemeriahan peringatan HUT RI menjadi gambaran bahwa semangat kebangsaan masih kuat di tengah masyarakat. Bendera Merah Putih pun menghiasi jalan, lingkungan permukiman, fasilitas pemerintahan hingga berbagai lokasi kegiatan masyarakat.

JejakFakta7 — Bersama Fakta, Untuk Indonesia.

GEMPA M7,7 GUNCANG FLORES NTT, 1.624 GEMPA SUSULAN MASIH TERJADI

0

GEMPA M7,7 GUNCANG FLORES NTT, 1.624 GEMPA SUSULAN MASIH TERJADI

FLORES, NTT — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), masih menyisakan aktivitas kegempaan hingga Senin (17/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Senin pukul 11.00 WIB telah terjadi 1.624 gempa bumi susulan dengan magnitudo berkisar M1,3 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, terdapat 23 gempa susulan dengan magnitudo lebih dari M5 dan 59 kejadian yang dirasakan masyarakat.

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault) dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.

Aktivitas gempa susulan masih menjadi perhatian karena sebagian gempa memiliki magnitudo cukup kuat dan dirasakan oleh masyarakat. BMKG mengimbau warga tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Selain itu, BMKG juga terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat diminta mengandalkan informasi resmi dari BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pada Senin (17/8), BMKG juga mencatat adanya gempa M5,0 yang berpusat di laut sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.

Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perhatian terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana di Flores terus menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascagempa.

JejakFakta7 — Bersama Fakta, Untuk Indonesia.

DEDI MULYADI PIMPIN UPACARA HUT RI KE-81 DI GEDUNG SATE, PERDANA DIGELAR DI HALAMAN IKON JAWA BARAT

0

DEDI MULYADI PIMPIN UPACARA HUT RI KE-81 DI GEDUNG SATE, PERDANA DIGELAR DI HALAMAN IKON JAWA BARAT

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Pelaksanaan upacara tahun ini menjadi momen berbeda karena untuk pertama kalinya peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Jawa Barat digelar di halaman Gedung Sate. Sebelumnya, upacara tingkat provinsi tersebut rutin dilaksanakan di kawasan Lapangan Gasibu.

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Dedi Mulyadi menekankan bahwa kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga kesempatan ekonomi.

Dedi juga memberikan apresiasi kepada para petugas pengibar bendera yang telah menjalankan tugas dalam upacara tersebut. Ia menyebut semangat generasi muda yang mengikuti proses pelatihan sebagai gambaran bahwa Jawa Barat memiliki anak-anak muda dengan jiwa patriotik.

Pada kesempatan tersebut, Dedi turut menyoroti masih adanya masyarakat Jawa Barat yang belum memperoleh jaringan listrik. Ia menyampaikan target pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan tersebut pada 2027.

Upacara di halaman Gedung Sate juga dirancang lebih terbuka bagi masyarakat. Sebelumnya, Pemprov Jabar menyampaikan bahwa masyarakat dapat hadir menyaksikan langsung rangkaian peringatan HUT RI di kawasan tersebut.

Selain upacara, rangkaian peringatan HUT RI tingkat Jawa Barat diawali kirab duplikat Bendera Merah Putih yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Setelah kirab, upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB di halaman Gedung Sate.

Momentum HUT ke-81 RI tersebut menjadi salah satu peristiwa penting di Jawa Barat, sekaligus memperlihatkan Gedung Sate sebagai salah satu simbol pemerintahan dan identitas Provinsi Jawa Barat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan tahun 2026.