23 Kepala Sekolah, Guru, dan Penjaga Sekolah di Kecamatan Paseh Ikuti Perpisahan Purna Bakti di Pangandaran
jejakfakta7.com, KABUPATEN BANDUNG — Sebanyak 23 orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan penjaga sekolah yang telah memasuki masa purna bakti mengikuti kegiatan perpisahan di kawasan Pangandaran. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga keharmonisan di lingkungan pendidikan, khususnya di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta jejakfakta7.com, kegiatan perpisahan tersebut dilaksanakan pada 26 hingga 27 September 2026. Rombongan diberangkatkan pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB menuju kawasan wisata Pangandaran.
Saat dikonfirmasi Warta jejakfakta7.com, panitia penyelenggara, Agus Herdiana, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala sekolah, guru, dan penjaga sekolah yang telah memasuki masa purna bakti.
Menurut Agus, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya. Selain itu, perpisahan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk berkumpul dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan antara kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di wilayah Kecamatan Paseh. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun dapat terus terjaga meskipun sebagian di antara mereka telah memasuki masa purna bakti.
Di kesempatan yang sama, salah seorang guru yang telah memasuki masa purna bakti mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai perpisahan ini menjadi momen berharga untuk kembali berkumpul bersama rekan-rekan sejawat.
“Saya sangat bangga dengan adanya kegiatan perpisahan para kepala sekolah dan guru di kawasan Pangandaran ini. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Totok Mulyono, S.Pd., menjelaskan bahwa biaya pelaksanaan kegiatan tersebut sebesar Rp400.000 per orang. Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan, termasuk transportasi bus, penginapan hotel, dan makan selama kegiatan berlangsung.
Totok menegaskan bahwa biaya kegiatan tersebut berasal dari dana pribadi masing-masing kepala sekolah, bukan dari peserta didik maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Penjelasan tersebut disampaikan untuk memperjelas sumber pembiayaan kegiatan perpisahan yang dilaksanakan di Pangandaran.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan antara kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini, hubungan kekeluargaan dan keharmonisan antara kepala sekolah dan guru semakin erat. Kebersamaan ini harus terus dijaga, baik oleh mereka yang masih aktif bertugas maupun yang telah memasuki masa purna bakti,” ungkap Totok.
Kegiatan perpisahan purna bakti tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para kepala sekolah, guru, dan penjaga sekolah yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan. Semangat kebersamaan dan silaturahmi diharapkan terus terpelihara demi mendukung keharmonisan lingkungan pendidikan di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.
Red: Asep TSH

