JejakFakta7.com | Kabupaten Bandung – Penjualan bensin eceran jenis Pertalite di pinggir jalan masih menjadi pilihan sebagian masyarakat. Meskipun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tersedia, tidak sedikit pengendara yang lebih memilih membeli Pertalite eceran karena dinilai lebih praktis dan tidak perlu mengantre.
Pantauan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung menunjukkan bensin Pertalite dijual dalam kemasan botol kaca yang disusun di rak-rak kayu sederhana. Harga jualnya berkisar antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per liter, atau lebih tinggi dibandingkan harga resmi di SPBU. Namun, selisih harga tersebut dianggap wajar oleh sebagian pembeli sebagai kompensasi atas kemudahan dan akses yang lebih cepat.
Sejumlah pengendara mengaku membeli bensin eceran saat kondisi mendesak, seperti ketika tangki kendaraan hampir kosong atau lokasi SPBU cukup jauh. Selain itu, antrean yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di SPBU juga menjadi alasan masyarakat memilih membeli bahan bakar di kios eceran.
Di sisi lain, para pedagang bensin eceran mengatakan usaha tersebut menjadi sumber mata pencaharian sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan bahan bakar dalam kondisi darurat. Meski demikian, mereka diharapkan tetap memperhatikan aspek keselamatan dalam penyimpanan dan penjualan bahan bakar, mengingat BBM merupakan bahan yang mudah terbakar.
Keberadaan penjual Pertalite eceran hingga kini masih menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pembinaan serta pengawasan agar aktivitas penjualan BBM eceran berlangsung dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta mengutamakan faktor keselamatan bagi penjual maupun konsumen.
Redaksi : media online jejakfakta7.com