SMP Hayatan Thayyibah di Desa Drawati Harapkan Bantuan Pemerintah untuk Penunjang Sarana KBM

SMP Hayatan Thayyibah di Desa Drawati Harapkan Bantuan Pemerintah untuk Penunjang Sarana KBM

KABUPATEN BANDUNG, JejakFakta7.com — SMP Hayatan Thayyibah yang berada di Kampung Padarek, Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, berharap adanya perhatian dan dukungan pemerintah untuk menunjang sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan sekolah. Rabu 16/9/2026

SMP Hayatan Thayyibah yang beralamat di Jalan Kitaman–Padarek, Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dengan NPSN 20228267, saat ini memiliki sekitar 160 siswa.

Kepala SMP Hayatan Thayyibah, Cece Sandrik, S.Pd., saat dikonfirmasi wartawan Jejak Fakta7  di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa yang telah memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah untuk mendidik dan membina anak-anak mereka.

“Terima kasih kepada orang tua murid yang sudah mempercayakan anak-anaknya kepada sekolah untuk dibina dan dididik agar dapat berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Cece.

Namun, menurut pihak sekolah, masih terdapat kebutuhan sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian, di antaranya penambahan ruang kelas, pembangunan atau penataan paving block, serta pemagaran lingkungan sekolah.

Cece berharap kebutuhan tersebut dapat memperoleh perhatian dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai.

“Kami sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan pemerintah untuk menunjang sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar di sekolah,” harapnya.

Orang Tua Siswa Berharap Fasilitas Segera Diperhatikan, Harapan serupa juga disampaikan sejumlah orang tua siswa. Saat dikonfirmasi wartawan Jejak Fakta7.di area sekolah pada 16 September 2026, orang tua siswa, Imas dan Lala, menyampaikan harapan agar kebutuhan fasilitas sekolah dapat menjadi perhatian pemerintah.

Mereka berharap adanya bantuan untuk penambahan ruang kelas, paving block, maupun pemagaran lingkungan sekolah.

Menurut keterangan yang disampaikan orang tua siswa, kondisi akses atau area tertentu di lingkungan sekolah menjadi kurang nyaman ketika musim hujan karena permukaannya licin dan belum seluruhnya tertata dengan paving block.

“Kami berharap ada bantuan ruang kelas, paving block atau pemagaran. Kalau musim hujan, kondisi di area sekolah sering licin,” ungkap orang tua siswa.

Keberadaan sarana dan prasarana yang memadai dinilai penting untuk mendukung kenyamanan serta kelancaran proses pendidikan bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 160 orang, pihak sekolah dan orang tua berharap usulan kebutuhan sarana prasarana SMP Hayatan Thayyibah dapat menjadi perhatian pemerintah sesuai ketentuan dan mekanisme program bantuan pendidikan yang berlaku.

Red: Asep TSH

Bersama Fakta untuk Indonesia.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles