JAKARTA jejakfakta7 — Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia kembali meningkat. Pada Minggu, 6 September 2026, sedikitnya empat gunung api dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ibu, dan Gunung Ili Lewotolok.
Perhatian terbesar tertuju pada Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, wilayah administratif Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berdasarkan laporan Badan Geologi, aktivitas erupsi menerus yang terjadi sejak Sabtu malam berlangsung sekitar 25 jam dan kemudian berakhir, namun aktivitas vulkanik masih terus dipantau.
Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi Anak Krakatau telah berlangsung secara bertahap sejak 2 Juli 2026, termasuk erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik.
Erupsi terbaru juga menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara sempat melakukan penghentian atau penyesuaian operasional penerbangan sebagai langkah keselamatan.
BMKG menyatakan pemantauan terhadap dampak erupsi Anak Krakatau dilakukan secara intensif, termasuk terhadap kondisi atmosfer dan penyebaran abu vulkanik.
Semeru dan Dua Gunung Api Lain Turut Erupsi
Selain Anak Krakatau, aktivitas erupsi juga dilaporkan terjadi di Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur pada Minggu pagi.
Erupsi yang terjadi hampir bersamaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa keempat gunung memiliki hubungan langsung. Aktivitas masing-masing gunung tetap dipantau berdasarkan karakteristik dan kondisi vulkaniknya.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki zona yang telah ditetapkan berbahaya di sekitar gunung api serta mengikuti seluruh rekomendasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah.
Masyarakat di wilayah Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas dengan memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Warga yang terdampak abu vulkanik disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker serta pelindung mata apabila terjadi hujan abu.
Hingga berita ini diterbitkan, pemantauan terhadap aktivitas gunung api masih terus dilakukan oleh otoritas terkait.
JEJAKFAKTA7 — Bersama Fakta Untuk Indonesia

