Revitalisasi SDN Kadumanis Arjasari Rp905 Juta Disorot, Material dan Pengawasan Dipertanyakan

KABUPATEN BANDUNG — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SDN Kadumanis, Kampung Kadumanis RT 04/RW 03, Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

SDN Kadumanis diketahui menerima bantuan revitalisasi yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp905.000.000. Berdasarkan plang proyek di lokasi, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh P2SP dengan waktu pelaksanaan selama 84 hari kalender, mulai 12 Agustus hingga 3 November 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat sejumlah material yang diduga merupakan material bekas, di antaranya genteng dan sebagian kayu. Sementara itu, pada bagian kusen bangunan terlihat telah menggunakan material aluminium.

Selain persoalan material, kondisi pekerjaan tembok tebing juga menjadi perhatian. Secara visual, pada beberapa bagian terlihat seperti pekerjaan tambal sulam sehingga diperlukan penjelasan teknis mengenai kesesuaian pekerjaan tersebut dengan perencanaan dan spesifikasi yang ditetapkan.

Dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sejumlah pekerja di lokasi juga terlihat belum menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, seperti helm keselamatan, sarung tangan, dan sepatu keselamatan. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Sorotan lainnya berkaitan dengan material rangka atap. Berdasarkan informasi yang diperoleh media, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terdapat penggunaan baja ringan, sementara di lapangan ditemukan penggunaan material kayu pada bagian tertentu. Jika terdapat perubahan material, perlu dijelaskan dasar dan persetujuan perubahan tersebut.

Kepala tukang yang dipercaya pihak sekolah saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak memegang RAB. “Kita tidak memegang RAB, Pak. Tapi yang diarahkan pekerjaan hanya pasang plafon, kusen, cat, dan keramik. Kalau RKB kita akan pasang baja ringan juga,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepala sekolah melalui operator sekolah menjelaskan bahwa pembangunan dengan anggaran tersebut juga mencakup kebutuhan mebeler. Pihak sekolah menyebut pekerjaan di lapangan dikoordinasikan oleh ketua tukang dan persoalan teknis dapat dijelaskan lebih lanjut oleh pihak yang menangani pekerjaan.

Satker Arjasari, Asep, mengatakan pihaknya pernah melakukan monitoring ke sekolah tersebut bersama pihak dinas. Menurutnya, persoalan teknis pekerjaan dikelola oleh pihak sekolah, sementara hasil pekerjaan juga melibatkan konsultan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi. “Apapun dari hasil pekerjaan itu, ada konsultan yang berkompeten punya sertifikat, mereka yang menentukan,” jelasnya.

Dengan nilai bantuan sekitar Rp905 juta, masyarakat berharap pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi SDN Kadumanis diperketat agar seluruh pekerjaan sesuai RAB, spesifikasi teknis, ketentuan K3, dan petunjuk teknis program. Jejakfakta7 mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, P2SP, konsultan pengawas, serta pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan melakukan monitoring.

Jejakfakta7 juga membuka ruang hak jawab bagi Kepala Sekolah, P2SP, konsultan, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya. Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi lebih lanjut masih ditunggu.

Red : Asep TSH

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles