Tugu Bola Dunia Kuningan Dibongkar, Diganti Patung Kuda Rp200 Juta: Penataan Kota atau Menghapus Sejarah?
KUNINGAN — Tugu Bola Dunia yang selama ini menjadi salah satu penanda kawasan Jalan Baru Ir. Soekarno-Hatta, Kabupaten Kuningan, mulai memasuki babak baru. Ikon tersebut dibongkar dan diarahkan untuk digantikan dengan patung kuda yang membawa identitas baru bertajuk “Kuningan Melesat.”
Perubahan tersebut tidak luput dari sorotan publik. Pasalnya, berdasarkan dokumen pekerjaan penataan Tugu Bola Dunia Tahun Anggaran 2026, kegiatan tersebut memiliki pagu anggaran Rp200 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuningan
Pekerjaan penataan mencakup pembongkaran tugu, pembangunan fondasi patung kuda, pemasangan plang nama atau slogan baru, serta pekerjaan penataan trotoar dan lanskap kawasan. Waktu pelaksanaan pekerjaan tercatat selama 60 hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Bukan Sekadar Ganti Tugu
Pergantian ikon ini kemudian menjadi perdebatan. Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, mempertanyakan kebijakan pembongkaran tersebut karena Tugu Bola Dunia dinilai memiliki nilai historis dan merupakan bagian dari rekam jejak pembangunan daerah.
Menurut Nuzul, jika pemerintah ingin menghadirkan ikon baru, seharusnya dapat mempertimbangkan lokasi lain tanpa harus menghilangkan simbol yang sudah melekat dalam sejarah Kabupaten Kuningan.
Sorotan serupa juga datang dari Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kuningan. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan nilai sejarah sekaligus efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Pemkab Kuningan Berikan Penjelasan
Pemerintah Kabupaten Kuningan menyatakan perubahan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghilangkan sejarah ataupun tidak menghargai karya pemerintahan sebelumnya.
Melalui Kabag Prokompim Setda Kuningan, Sri Ucu Sukmawati, Pemkab menjelaskan bahwa renovasi tugu merupakan bagian dari penataan kawasan dan upaya menghadirkan identitas visual yang merepresentasikan semangat Kuningan saat ini, yakni “Kuningan Melesat.”
Pemkab juga menyebut bahwa konsep patung kuda tetap berkaitan dengan jati diri Kuningan. Kuda merupakan salah satu ikon yang terdapat dalam identitas daerah dan dianggap merepresentasikan unsur budaya serta sejarah Kabupaten Kuningan.
Dengan demikian, pemerintah daerah melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari penataan kawasan, bukan semata-mata penghapusan simbol pemerintahan sebelumnya.
Rp200 Juta dan Pertanyaan Publik
Di tengah perdebatan mengenai estetika dan identitas daerah, angka Rp200 juta dari APBD menjadi salah satu perhatian masyarakat.
Pertanyaan yang kemudian muncul bukan hanya mengenai bentuk tugu baru, tetapi juga soal skala prioritas penggunaan anggaran daerah.
Apakah perubahan ikon tersebut mampu memberikan manfaat yang sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan?
Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki alasan bahwa penataan kawasan merupakan bagian dari pembangunan wajah daerah dan penguatan identitas lokal.
Perdebatan tersebut akhirnya kembali kepada bagaimana pemerintah dapat memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus tetap menghargai sejarah pembangunan yang telah diwariskan pemerintahan sebelumnya.
Tugu boleh berganti, slogan boleh berubah. Namun sejarah sebuah daerah seharusnya tetap menjadi bagian yang tidak hilang dari ingatan masyarakat.
Jejakfakta7 — Bersama Fakta Untuk Indonesia

